Tuesday, June 14, 2016

Evening Tea ala Brader Caffe



Brader Caffe, Lampulo Banda Aceh (Foto: Evan Saputra)

Sekolahhamzahfansuri-Kualitas daun teh yang diproduksi di berbagai belahan dunia sangat dipengaruhui oleh kuantitas sinar matahari yang diterima oleh pohon teh. Rasa teh juga dipengaruhi oleh cara menanam, memproses dan menyeduh.

Rasa yang tersimpan dalam kandungan teh membuat orang-orang Inggris mengkonsumsi 60 miliar cangkir teh per tahun menurut Organisasi Teh dan Infusi. Setiap laki-laki, perempuan dan anak-anak jika diratakan mengkonsumsi lebih dari 900 cangkir per tahun. Sehingga wajar apabila muncul budaya minum teh yang kental di Inggris Raya.

Menurut film Perancis Felix and Obelix bahwa asal usul teh yang akhirnya menjadi budaya Inggris adalah teh yang dibawa oleh saudagar dari Asia Selatan, tepatnya India. Nikmatnya rasa teh yang dibawa oleh saudagar India tersebut membuat ratu Inggris di waktu itu tergoda dan menetapkan bahwa minum teh di Inggris dijadikan budaya nasional yang diminum pada sore hari.

Kalau di Inggris ada evening tea atau ngeteh sore,  maka hal yang sama pun bisa dilakukan di Banda Aceh. Ya, Brader Caffe menyajikan teh dengan kualitas terbaik yang dirawat dan dikelola oleh keluarga Dilhan dan Malik (Dilmah) selama puluhan tahun.

Ngeteh sore tidak mustahil jika diterapkan di Banda Aceh karena kualitas teh yang sama bisa dinikmati di tempat yang sangat tepat pula. Kualitas teh yang ditawarkan oleh Brader Caffe juga berasal dari Asia Selatan yaitu (Ceylon) Sri Lanka. Produk teh yang memiliki prinsip Teh Tradisional, Single Origin dan Garden Fresh ini disajikan dalam bentuk hot atau cool sesuai dengan keinginan pelanggan.

Benar, teh tersebut adalah produk Dilmah yang diracik dan didirikan oleh Merrill J Fernando dari Sri Lanka dan dijaga dengan baik dari masa tanam/bibit hingga hingga sampai ke gelas penikmat teh.

Nama Dilmah diambil dari nama 2 putra pendirinya, yaitu Dilhan dan Malik yang juga kemudian bergabung dengan ayahnya merawat dan memproduksi teh kualitas terbaik.

Soal tempat jangan khawatir, posisi Brader caffe sangat strategis dan romantis. Terletak di gampoeng Lampulo Banda Aceh, beberapa meter dari bibir dermaga tempat mangkal boat nelayan milik warga setempat. Suasana lantai 2 Caffe yang terbuka membuka pemandangan keberbagai arah.

Sandaran boat nelayan di dekat Krueng Aceh menjadi pemandangan yang unik untuk dinikmati apalagi di sore hari dan malam hari. Lampu kelap kelip boat yang menghiasi malam di pelabuhan Lampulo masih bisa dilihat dari lantai 2 Caffe.
Suasana Brader Caffe Lantai II (Foto: Evan Saputra)
Bagi yang lebih menyukai kopi, di Brader Caffe disediakan kopi arabica dan juga sanger arabica. Di samping itu, kopi biasa/kopi hitam (robusta) masih bisa dinikmati bagi Anda yang sudah terbiasa dengan kopi ini.

Perpaduan minum berkelas dunia mulai dari Teh Dilmah yang memikat, kopi arabica dari kawasan tengan Aceh yang mendunia dan kopi robusta asal pesisir Aceh yang terkenal dan merakyat membuat semuanya terasa sempurna.

Cemilan sehat bisa dinikmati di sini sebagai pelengkap minuman. Disediakan brokoli goreng yang dilengkapi dengan saus tomat dan juga berbagai jenis roti bakar. Disamping itu, tersedia pula berbagai aneka jus yang tanpa diragukan kesehatannya.

Selama datang bagi Anda yang sedang di kota Banda Aceh dan pastikan anda menyempatkan diri untuk mampir.

Oleh: Evan Saputra, Alumnus Sekolah Hamzah Fansuri (ASHaF) Gel II

Evening Tea ala Brader Caffe Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown