Penulis: Wildan El Fadhil-SHF/ Perkabaran
Minggu 29 November 2015
Dari kiri: (duduk), Musmarwan Abdullah, Thayeb Loh Angen,
Arafat Nur, Munawardi. (Berdiri): Mustakim, Syukri Isa BlukaTeubai, Teuku
Mukhlis, berfoto bersama setelah selesai belajar mengajar menulis cerpen Kelas
Sastra dan Perkabaran Angkatan II Tahun 2015 Sekolah Hamzah Fansuri, di kantin
SMEA (SMK BLUD), Lampineung, Banda Aceh, Minggu, (29/11/2015). Foto: Wildan El
Fadhil.
SHFNEWS, Banda Aceh- Sejumlah 4
orang siswa Sekolah Hamzah Fansuri angkatan II 2015 belajar lanjutan menulis
cerpen di kantin SMEA (SMK BLUD) Lampineung, Banda Aceh, Minggu siang (29
November 2015).
“Menulis cerpen sama halnya dengan menulis features, yang membedakannya hanyalah sifat kedua tulisan itu, kalau features bersifat fakta, sedangkan cerpen bersifat fiksi,” kata Thayeb Loh Angen.
Thayeb menjambahkan, bahwa sistem belajar yang diterapkan SHF tidak terikat dengan SKS (Satuan Kredir Semester), jam belajar akan ditambah apabila siswa belum memahami materi dengan sebaik-baiknya.
“Ini merupakan pertemuan ke-tiga untuk penulisan cerpen, dan insya Allah pembelajaran akan kita lanjutkan pada Sabtu siang (5/12/2015) di tempat yang sama, sekaligus penutupan belajar menulis untuk angkatan II 2015,” tambah Thayeb.
Dalam pembelajaran tersebut, cerpenis Aceh, Musmarwan Abdullah saat penyampaian materi mengatakan, untuk menciptakan tulisan yang baik harus disertai dengan latihan yang rutin setiap harinya.
Laporan: Wildan El Fadhil, siswa Sekolah Hamzah Fansuri Angkatan II 2015.